Seni Teater : Pengertian, Unsur dan Fungsi

Tentunya Anda tahu seni teater yang merupakan seni yang menghadirkan berbagai peran orang yang berbeda. Nama teater diambil dari bahasa Inggris, Prancis, dan Yunani dengan tulisan yang hampir sama.
sumber : edin08.com

Kata teater mengacu pada teater atau teater. Dalam hal teater, ia memiliki makna yaitu semua yang ditampilkan di tempat seperti hiburan. Dalam arti yang lebih sempit, teater berarti drama yang diperlihatkan kepada banyak orang berdasarkan naskahnya.

Adapun makna yang lebih luas, teater tidak hanya merujuk pada pertunjukan teater. Dalam arti luas, teater dapat diartikan sebagai pertunjukan yang diwakili oleh khalayak luas. Seperti boneka, lenong, ludruk dan sebagainya. Istilah teater itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari kata drama.

Teater dapat berarti tontonan, sedangkan drama berarti skenario yang ditampilkan. Atau lebih mudahnya, teater adalah suatu bentuk pertunjukan drama yang ditampilkan di atas panggung dan disaksikan oleh banyak orang.

Elemen seni teater

Dalam pertunjukan teater, tentu saja, ada unsur seni teater yang harus ada dan tidak bisa didiskusikan. Apalagi, tanpa salah satu unsur seni teater, pertunjukan teater tidak akan berlangsung mulus. Berikut ini adalah berbagai jenis elemen teater yang dapat dibagi menjadi elemen internal dan eksternal.

1. Skenario
Naskah adalah elemen seni teater internal yang dapat membuat pertunjukan teater lebih menarik. Kadang-kadang, ada juga pertunjukan teater yang tidak menggunakan skrip dan didasarkan hanya pada spontanitas aktor teater.

2. Staf produksi
Elemen teater eksternal ini adalah elemen penting. Karena tanpa staf produksi, pertunjukan teater tidak akan berfungsi dengan lancar, bahkan tidak disadari. Biasanya staf produksi memiliki tugas untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi teater.

Seorang staf produksi juga memiliki tugas untuk menentukan manajer, anggaran, jadwal kerja, fasilitas dan masalah lainnya.

3. Pemain
Selain staf produksi, elemen penting lain di teater adalah pemain. Bahkan seorang pemain sendiri dapat menghasilkan elemen teater lainnya. Suka gerakan dan suara.

Dalam pertunjukan teater, biasanya terdiri dari tiga jenis peran, yaitu peran utama, peran asisten dan tambahan. Untuk film, pemain pria disebut aktor dan wanita disebut aktris.

4. Direktur
Sutradara adalah elemen teater yang memiliki tugas untuk mengatur plot atau plot dalam representasi teater. Bahkan seorang direktur mengantri untuk menjadi koordinator kinerja. Tidak hanya itu, seorang sutradara juga memiliki tugas untuk menemukan dan mempersiapkan pemain yang akan tampil dalam pertunjukan teater.

Seorang direktur juga memiliki tugas untuk mempersiapkan tata rias dan mengatur tata letak yang dipegang oleh kru dan tim desain atau dekorasi.

5. Kepemilikan
Properti adalah elemen teater yang dapat memberikan nilai dalam pertunjukan teater. Dalam penggunaan dan pemilihan properti, tentu saja, perlu menggunakan properti berdasarkan kinerja yang ditunjukkan.

Jika Anda menampilkan drama yang menunjukkan kekerasan, pastikan properti yang digunakan aman dan tidak merusak pemeran drama.

6. Desainer
Elemen eksternal lain dalam seni teater adalah desainer atau dapat juga disebut tim desain. Tim desain bertanggung jawab untuk mengelola properti, suara, mode, pencahayaan, dan lainnya.

7. Kru
Awak adalah pemilik divisi masing-masing ayat yang dipegang oleh perancang. Penugasan kru mana yang ditentukan oleh tim desain atau perancang. Sehingga tugas mereka tidak bisa disengketakan.

Fungsi seni teater

Dengan perkembangan teknologi, teater tentu telah mengalami perubahan. Awalnya teater digunakan sebagai sarana upacara atau hiburan, tetapi bisa juga menjadi sarana pendidikan. Tidak hanya hiburan, teater juga dapat memiliki pengaruh penting terhadap kehidupan.

Fungsi seni teater bisa menjadi sarana upacara persembahan. Ini ditunjukkan oleh pertunjukan teater pertama yang digunakan oleh orang-orang Yunani untuk menyembah dewa Dyonesos dan dewa Apollo. Sementara di Indonesia, teater tradisional digunakan untuk struktur keagamaan.

Selain sebagai sarana ibadah, fungsi seni teater adalah alat pendidikan. Dalam sebuah pertunjukan teater, tentu saja, ada pesan moral yang dapat diambil dari pertunjukan teater. Karena itu, teater bisa menjadi alat pendidikan.

Fungsi seni teater juga bisa menjadi sarana ekspresi. Karena teater adalah bentuk seni yang menggantikan peran dan naskah. Oleh karena itu, para seniman akan mengundang diri mereka melalui tubuh dan kata-kata dari para seniman.

Seni teater juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, teater senior juga merupakan sarana bersosialisasi. Karena pemain teater akan membutuhkan waktu untuk berbicara dengan pemain lain.