Definisi Seni Lukis Menurut Para Ahli

alivemuseum.co.id – Kebanyakan orang di dunia menyukai seni, terutama seni lukis. Untuk bersenang-senang, kumpulkan atau hiasi dalam bentuk lukisan. Gambar itu sendiri adalah hasil seni dalam bentuk tampilan yang memiliki nilai estetika. Keistimewaan yang mempelajari seni lukis adalah seni lukis.

Lukisan tersebut dimasukkan dengan pemahaman yang lebih baik di bidang seni rupa. Keistimewaan lukisan terletak pada pengembangan desain.

Lukisan adalah serangkaian kegiatan di mana media atau area dua dimensi dari objek tiga dimensi ditransformasikan menjadi karya yang memberi kesan khusus.

Menurut Wikipedia, melukis adalah cabang seni. Pemahaman dasarnya sama, yaitu pengembangan seni desain yang lebih lengkap.

Lukisan itu sendiri adalah kegiatan untuk bekerja pada medium dua dimensi dan pada permukaan objek tiga dimensi agar mendapat kesan tertentu. Media lukisan bisa dalam bentuk kertas, kanvas, piring, film fotografi dan segala sesuatu yang dapat dianggap sebagai alat melukis. Bahkan instrumen yang digunakan memiliki asal yang berbeda dan dapat memberikan media yang digunakan imajinasi tertentu.

Selain pemahaman di atas, ada banyak pendapat yang muncul tentang lukisan.

Berikut ini pengertian melukis setelah ahli:

Soedarso SP

Lukisan adalah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman batinnya. Pengalaman batin disajikan dengan indah dan dengan cara yang menarik untuk menstimulasi asal-usul pengalaman batin manusia sementara pekerjaan itu dijalani.

Herbert Read

Karya seni adalah kegiatan spiritual yang tercermin dalam tubuh dan memiliki kekuatan untuk membangkitkan jiwa.

Soni Ade dan Imam R

Menurut Soni Ade dan Imam R, melukis adalah kekuatan peradaban manusia, kekuatan budaya, karena dalam melakukan kegiatan-kegiatan ini seseorang dilatih untuk menjadi penuh perhatian, penuh perhatian dan teliti dalam mengamati berbagai peristiwa alam dan kehidupan.

Jim Supangat

Lukisan adalah upaya untuk memvalidasi pengalaman masa lalu dalam konteks saat ini

Aristotel

Melukis adalah sesuatu yang indah dan menyenangkan

Myers

Melukis adalah kegiatan spiritual yang mencerminkan tubuh dan memiliki kekuatan untuk membangkitkan perasaan atau jiwa.

Studio seni Galeri Fasya

Lukisan adalah cabang atau bagian dari seni di mana bentuk lukisan itu dua dimensi atau dua dimensi, walaupun ia memiliki pemahaman dasar yang sama tentang seni, tetapi lukisan memiliki makna yang lebih dalam, karena lukisan merupakan perkembangan yang lebih lengkap daripada gambar sederhana.

Sejarah melukis

Secara historis melukis telah dikaitkan dengan gambar. Peninggalan prasejarah menunjukkan bahwa nenek moyang manusia telah membuat gambar di kedua dinding selama ribuan tahun untuk mewakili bagian penting kehidupan. Untuk produksi lukisan atau gambar, bahan sederhana digunakan seperti kapur, batu bara, dll.

Teknik yang digunakan adalah menusuk tangan dan kemudian meludahinya dengan daun kulit kayu atau batu mineral berwarna. Sejarah lukisan berlanjut karena pengaruh kuat agama di Abad Pertengahan.

Karena itu, melukis dianggap sebagai sihir yang dapat mencegah orang menyerah kepada Tuhan, melukis tidak sesuai dengan kenyataan. Banyak lukisan dalam bentuk simbol, sehingga sulit untuk menemukan lukisan yang dapat digolongkan baik atau kualitatif.

Dalam Renaisans, dukungan dari keluarga deMedici, yang mengendalikan Florence untuk sains dan seni, mewakili sinergi dengan budaya baru di Eropa. Di era klasik ini, seni tidak lagi dianggap sihir, tetapi alat untuk mengambil alih kekuatan yang telah direbut Turki.

Lukisan, karya seni dan keahlian telah mengikuti kurva halus yang terinspirasi oleh keindahan garis tanaman di alam sejak Revolusi Industri Inggris. Ini adalah hasil dari peralihan dari seniman ke seni, yang tidak dapat mencapai produksi massal.

Sementara di Indonesia, lukisan modern telah dikenal sejak munculnya kolonialisme Belanda di Indonesia. Tren seni dari Eropa Barat pada waktu itu adalah aliran Romantisisme, diikuti oleh pelukis Indonesia.

Manifesto budaya, yang dirancang untuk melawan implementasi ideologi komunis, memimpin pelukis pada 1950-an untuk menerbitkan karya seni mereka untuk tujuan politik. Untuk memulai era ekspresionisme, melukis tidak lagi menjadi alat pengiriman pesan dan propaganda.

Lembaga seni lukis di Indonesia belum berhasil, tetapi telah dihancurkan oleh gagasan modernitas dengan seni alternatif. Pada tahun 1993-1996, Performance Art berkembang di kampus sekolah seni, sehingga lukisan konvensional dengan gaya yang berbeda tidak menghiasi galeri sebagai bentuk apresiasi masyarakat tetapi sebagai alternatif investasi.

Elemen lukisan

Elemen-elemen yang mendukung lukisan adalah elemen visual dan non-visual. Elemen visual adalah elemen yang mengandung materi visual dan dapat dilihat atau dibuat oleh pelukis sesuai keinginannya. Elemen visual dapat dipelajari. Nah, bentuk elemen visual itu sendiri adalah:

Garis atau Garis: elemen ini adalah elemen dasar, di mana garis dapat dibentuk oleh dua titik yang jauh dan diisi dengan gambar atau gambar dapat ditampilkan di antara dua titik. Garis bertindak sebagai penghalang untuk beberapa jenis atau bentuk gambar.

Garis tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu buatan dan alami. Ada garis-garis alami dalam gambar di mana realitas objek seperti pantai, gunung, langit atau laut terbatas. Sedangkan garis-garis tiruan seperti kontur wajah, bentuk persegi rumah dan sebagainya.

Bidang atau bidang: elemen ini menggunakan lebih dari dua halaman dengan halaman yang panjang dan panjang. Bentuknya dianggap sebagai teknik dasar bagi pelukis yang ingin membuat benda-benda mereka lebih jelas.

Ruang: ruang elemen adalah yang tertinggi dalam teknik bergambar. Ruang akan memberi kesan hidup pada objek lukisan. Ruang menunjukkan sisi atau kekosongan. Ruangan dapat digunakan sebagai gambar benda-benda alami, benda-benda yang muncul atau benda lain dengan 3 atau 4 dimensi.
Warna atau warna: ada berbagai jenis warna dalam teknik bergambar, khususnya warna primer (warna dasar), termasuk putih, biru dan merah, sedangkan warna sekunder adalah hijau, ungu dan oranye. Jenis warna lain serupa, misalnya B. gradasi dari warna kuning ke hijau atau komplementer dengan gradasi warna yang sedikit lebih lebar, z. B. Dari ungu menjadi kuning, lalu ubah menjadi merah.

Sumber: ruang pengetahuan

Baca Artikel Lainnya:

Cara Menghilangkan Minyak di Wajah dengan Jeruk Nipis

Mengenal Penyebab Penyakit Sindrom Geriatri